Akses blog nasihat remaja muslim via HP/Ponsel klik ini: www.nasihatremajamuslim.blogspot.com/?m=1

Tujuan Hidup Manusia

Banyak orang memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda. Ada yang...

Berhentilah Teriak !!!

Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada...

Sebuah Renungan Kita

ANAK KECIL ingin segera DEWASA YANG TUA lebih...

Menjadi Bayi yang Keduakali

Subhanallah... Proses perubahan yang dialami oleh manusia hampir dua kali, ketika...

Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 14, 2011

DIANGGAP MUHRIM TAPI BUKAN MUHRIM

Disebabkan keengganannya dalam mendalami ilmu agama Islam, maka banyak kita jumpai adanya beberapa anggapan keliru dalam mahrom. Otomatis berakibat fatal, orang-orang yang sebenarnya bukan mahrom dianggap sebagai mahromnya.

Sangat ironis memang, tapi demikianlah kenyataannya. Oieh karena itu dibutuhkan pembenahan secepatnya. Berikut beberapa orang yang dianggap mahrom tersebut.


[1]. Ayah Dan Anak Angkat.

Hal ini berdasarkan firman Alloh : “Dan Alloh tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu”. [Al-Ahzab : 4]. [1]

[2]. Sepupu (Anak Paman/Bibi = kakak sepupu/adik sepupu).

Hal ini berdasarkan firman Alloh setelah menyebutkan macam-macam orang yang haram dinikahi: “Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian” [An-Nisa': 24]

Menjelaskan ayat tersebut, Syaikh Abdur Rohman Nasir As-Sa'di berkata: “Hal itu seperti anak paman/bibi (dari ayah) dan anak paman/bibi (dari ibu)". [2]

[3]. Saudara Ipar.

Hal ini berdasarkan hadits berikut: "Waspadalah oleh kalian dari masuk kepada para wanita, berkatalah seseorang dari Anshor: "Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu kalau dia adalah Al-Hamwu (kerabat suami)? Rasulullah bersabda: "Al-Hamwu adalah merupakan kematian." [3]

Imam Baghowi berkata: "Yang dimaksud dalam hadits ini adalah saudara suami (ipar) karena dia tidak termasuk mahrom bagi si istri. Dan seandainya yang dimaksudkan adalah mertua padahal dia termasuk mahrom, lantas bagaimanakah pendapatmu terhadap orang yang bukan mahrom?".

Lanjutnya: "Maksudnya, waspadalah terhadap saudara ipar sebagaimana engkau waspada dari kematian".

[4]. Mahrom Titipan.

Kebiasaan yang sering terjadi, apabila ada seorang wanita ingin bepergian jauh seperti berangkat haji, dia mengangkat seorang lelaki yang `berlakon' sebagai mahrom sementaranya. Ini merupakan musibah yang sangat besar. Bahkan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani menilai dalam Hajjatun Nabi (hal. 108) : "Ini termasuk bid'ah yang sangat keji, sebab tidak samar lagi padanya terdapat hiyal (penipuan) terhadap syari'at. Dan merupakan tangga kemaksiatan".

Menutup pembahasan mengenai mahrom, sebagai pelengkap, berikut akan kami uraikan hukum-hukum yang berkaitan dengan mahrom. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan antara wanita dengan mahromnya? Silahkan simak jawaban dari masalah yang sangat penting ini.

Wanita Dengan Mahromnya

Setelah memahami macam-macam mahrom, perlu diketahui pula beberapa hal yang berkenaan tentang hukum wanita dengan mahromnya adalah:

[1]. Tidak Boleh Menikah

Alloh Ta'ala berfirman:

“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada 'masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat sangat keji dan dibenci oleh Alloh dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan alas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudarasaudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibuibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istrimu yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu cerai), maka tidak dosa kamu mengawininya, dan diharamkan bagimu istri-istri anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [An-Nisa': 22-23]

[2]. Boleh Menjadi Wali Pernikahan

Wali adalah syarat sah sebuah pernikahan, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah bahwasanya Rosululloh bersabda: '“Siapa saja wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batil (tidak sah), maka nikahnya batil maka nikahnya batil” [4]

Juga riwayat dari Abi Musa Al Asy'ari berkata: Rosululloh bersabda: "Tidak sah nikah kecuali ada wali” [5]

Berkata Imam At Tirmidzi: “Yang diamalkan oleh para sahabat Nabi dalam masalah wall pernikahan adalah hadits ini, diantaranya adalah Umar bin Khoththob, Ali bin Abi Tholib, Ibnu Abbas, Abu Hurairoh dan juga selain mereka" [6]

Namun tidak semua mahrom berhak menjadi wali pernikahan begitu juga sebaliknya tidak semua wali itu harus dari mahromnya.

Contoh wali yang bukan dari mahrom seperti anak laki-laki paman (saudara sepupu laki-laki), orang yang telah memerdekakannya, sulthon. Adapun Mahrom yang tidak bisa menjadi wall seperti mahrom karena sebab mushoharoh. [7]

[3]. Tidak Boleh Safar (Bepergian Jauh) Kecuali Dengan Mahromnya

Banyak sekali hadits yang melarang wanita mengadakan safar kecuali dengan mahromnya, di antaranya:

Dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata: Berkata Rosululloh: "Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Alloh dan hari akhir untuk mengadakan safar lebih dari tiga hari kecuali bersama ayah, anak laki-laki, suami, saudara lakilaki atau mahromnya yang lain." [8]

Dari Abdulloh bin Amr bin Ash dari Rosululloh berkata: "Janganlah seorang wanita muslimah bepergian selama dua hari kecuali bersama suaminya atau mehramnya." [9]

Dari Abu Hurairoh, Bersabda Rosululloh: "Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Alloh dan hari akhir untuk mengadakan safar sehari semalam tidak bersama mahromnya." [10]

Dari beberapa hadits ini, kita ketahui bahwa terlarang bagi wanita muslimah untuk mengadakan safar kecuali bersama mahromnya, baik safar itu lama ataupun sebentar. Adapun batasan beberapa hari yang terdapat dalam hadits diatas tidak dapat di fahami sebagai batas minimal.

Berkata Syaikh Salim Al Hilali: "Para Ulama' berpendapat bahwa batasan hari dalam beberapa hadits di atas tidak dimaksud untuk batasan minimal. Dikarenakan ada riwayat yang secara umum melarang wanita safar kecuali bersama mahromnya, baik lama maupun sebentar, seperti riwayat Ibnu Abbas . beliau berkata: “Saya mendengar Rasululloh bersabda: "Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya, juga jangan safar dengan wanita kecuali bersan!a mahromnya, Maka ada seorang lelaki berdiri lalu berkata: Wahai Rosululloh, sesungguhnya istri saya pergi haji padahal saya ikut dalam sebuah peperangan.

Maka Rosululloh menjawab: "Berangkatlah untuk berhaji dengan istrimu." [11]

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar: "Kebanyakan ulama' memberlakukan larangan ini untuk semua safar, karena pembatasan yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut sangat berbeda-beda." [12]

Syaikh Sholeh Al Fauzan Hafidzohulloh ditanya tentang hukum wanita safar dengan naik pesawat domestik dalam negeri tanpa mahrom, apakah itu di bolehkan? Jawab beliau: "Tidak boleh bagi seorang wanita mengadakan safar tanpa mahrom, baik naik pesawat ataupun mobil, karena Rasululloh bersabda: "Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Alloh dan hari akhir mengadakan safar 'sehari semalam kecuali bersama mahrom".

Maka safar wanita tanpa mahrom itu tidak boleh meskipun dengan alat transportasi yang cepat, karena pesawat ataupun mobil itu mungkin saja bisa terlambat, rusak, atau terjadi hal-hal lain yang mengharuskan wanita itu harus bersama mahromnya agar bisa menjaganya saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." [13]

[4]. Tidak boleh Kholwat (berdua-duaan) kecuali bersama mahromnya.

[5]. Tidak boleh menampakkan perhiasannya kecuali kepada mahrom.

[6]. Tidak boleh berjabat tangan kecuali dengan mahromnya

Jabat tangan dengan wanita di zaman ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah, padahal Rosululloh sangat mengancam keras pelakunya: Dari Ma'qil bin Yasar: Bersabda Rasululloh: "Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." [14]

Berkata Syaikh Al Albani: "Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya, termasuk masalah berjabat tangan, karena jabat tangan itu termasuk menyentuh." [15]

Dan Rosululloh tidak pernah berjabat tangan dengan wanita, meskipun dalam keadaan-keadaan penting seperti membai'at dan lain-lain. Dari Umaimah binti Ruqoiqoh: Bersabda Rasululloh: "Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita" [16]

Dari Aisyah (ia berkata). : "Demi Alloh, tangan Rosululloh tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membaiat. Beliau tidak membaiat mereka kecuali dengan mengatakan: "Saya bai'at kalian." [17]

Keharaman berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahromnya ini berlaku umum, baik wanita itu masih muda ataupun sudah tua, cantik ataukah jelek, juga baik jabat tangan tersebut langsung bersentuhan kulit ataukah dilapisi dengan kain.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah tanya tentang hal tersebut, maka beliau menjawab: "Tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahromnya secara mutlak, baik wanita tersebut masih muda ataukah sudah tua renta, baik lelaki yang berjabat tangan tersebut masih muda ataukah sudah tua, karena berjabat tangan ini bisa menimbulkan fitnah. Juga tidak dibedakan apakah jabat tangan ini ada pembatasnya ataukah tidak, hal ini dikarenakan keumuman dalil (larangan jabat tangan), juga untuk mencegah timbulnya fitnah." [18]

Penjelsan singkat alias note

[1]. Lihat kembali bagian pertama tentang ayah.

[2]. Lihat Taisir Karimir Rohman hal. 138-139.

[3]. HR. Bukhori: 5232 dan Muslim: 2172.

[4]. Shohih, diriwayatkan Abu Dawud: 2083, Tirmidzi: 3/408, Ibnu Majah: 1879, Ahmad 6/47, Ad Darimi 2/137. Lihat Irwaul Gholil 6/243.

[5]. Shohih, Diriwayatkan Abu Dawud: 2085, Tirmidzi: 3/407, Ad Darimi 2/137, Ibnu Hibban: 1243. Lihat Irwaul Gholil 6/235.

[6]. Lihat Sunan Tirmidzi 3/410, tahqiq Muhammad Fu' ad Abdul Baqi.

[7]. Lihat Al Mughni (9/355-360) oleh Ibnu Qudamah, Fiqh Sunnah (2/124) oleh Sayyid Sabiq.

[8]. HR. Muslim: 1340.

[9]. HR Ibnu Khuzaimah: 2522.

[10]. HR Bukhori: 1088, Muslim: 1339.

[11]. HR. Bukhori: 3006, 523; Muslim 1341. Lihat Mausu'ah Al Manahi Asy Syar'iyah 2/102.

[12]. Lihat Fathul Bari 4/75.

[13]. Al Muntaqo min Fatawa Syaikh Sholeh Al Fauzan 5/387.

[14]. Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu'jam kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283. Lihat Ash Shohihah 1/447/226.

[15]. Ash Shohihah 1/448.

[16]. HR Malik 2/982, Nasa'i 7/149, Tirmidzi: 1597, Ibnu Majah 2874, Ahmad 6/357 dan lainnya.

[17]. HR Bukhori: 4891.

[18]. Fatawa Islamiyah 3/76 disusun Muhammad bin Abdul Aziz Al Musnid

Moga ada manpaatnya..ya..salam ukhuwah

Sumber

JOMBLO ADALAH PILIHAN BUKAN KETIDAKSANGGUPAN

Jomblo adalah pilihan "ungkap beberapa orang minoritas"

Sahabat - sahabatku sekalian..

Sekarang ini banyak para pemuda yang menghakimi bahwa jomblo (single-sebelum nikah nie) itu tidak laku,

Ya mungkin ada benarnya sich (menurut pendapat mereka).

Tapi taukah kita bahwa minoritas orang mengatakan bahwa jomblo itu adalah pilihannya.

Yapz...ini adalah pilihan hidup mereka (yang jelas bukan berarti seumur hidup jomblo terus lho.., dicatat dulu ini),

padahal yang bilang ini orangnya ganteng atau cantik plus menarik, pinter lagi.

Sewaktu di tanya kenapa kalian jomblo??

Mereka menjawab karena saya tidak ingin menghambur-hamburkan uang dan waktu saya untuk hal yang kurang bermanfaat dan mengarah ke maksiat (pacaran),""padahal yang bilang ini orangnya ganteng dan cantik plus menarik, pinter, banyak yang ngantri pula, weladalah""

Menurut saya sich benar juga, selain itu mereka juga berpendapat,

Kenapa saya tidak memiliki pacar?

Karena saya akan memberikan rasa cinta saya,

Rasa sayang saya..

Rasa romantis saya..

Perhatian lebih dengan lawan jenis..

Sepenuhnya untuk suami/istri saya nanti..

Karena suami/istri saya sewaktu menikahi saya, saya tidak ingin dia (suami/istri) mendapatkan yg second (kaya HP aja hehe...) dari orang lain, biar dia bahagia hidup dengan saya dan tidak kecewa menikahi saya.

Saat ditanya bukankah pacaran itu penjajakan/uji coba (wah...dah kaya nuklir aja) sebelum menikah??

hei... penjajakan atau penjajahan?? yang kerap dan sering terjadi di masyarakat adalah penjajahan, terutama objeknya adalah kaum Hawa. Kalau pun penjajakan, emangnya saya barang atau makanan yg perlu dicobain dulu, saya ini kan manusia, yang memiliki kehormatan, dan harga diri.

Coba misalnya kalau kita punya adik, anak atau saudara kemudian dijajakin dulu sebelum di persunting, apakah mau nerima??

Seandainya kita ingin dinikahi orang sholeh/sholehah (orang bener nie..), kalau calonnya tau kita pernah dijajakin sama orang lain, kira-kira apakah orang sholeh/sholehah tersebut masih mau menerima kita??

Hem... dalem juga ya ungkapannya..., Pasti kita bisa berfikir mana yang baik untuk kita dan mana yang tidak baik untuk kita, pertanyaannya :

Apa sih manfaat pacaran??

Dapat pahala gak sih pacaran??

Waktu kita tersita gak sih??

Merasa dibatasin gak kalau pacaran??

Merasa duit jadi kurang gak??

dan serentetan pertanyaan membuat kita terdiam, ternyata lebih banyak gak bermanfaatnya dari pada manfaatnya, dan banyak mendekati dosa/justru berdosa karena anggota tubuh kita jd bermaksiat.

Hati berdebar...

Pikiran melayang...

Mata memandang....

Tangan menggenggam...

Bibir bergoyang (waduh...., maksudnya merayu)


Padahal Rasul SAW sudah me-Warning pada kita semua dalam Hadistnya:

Rasulullah saw bersabda :

" telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu akan dalam hidupnya, tak dapat tidak.Zina mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan. zinanya hati adalah ingin dan berangan-angan. dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya. " ( H.R Muslim dan Abu Hurairah )

Terus kira-kira kalo pacaran bisa ga tuk jaga pandangan???

kayaknya sulit deh....

karena bumbunya pacaran ya dengan pandangan, pegangan tangan, kissing dll (buanyak dweh....)

Allah dengan CintaNya pada kita pun selalu mengingatkan dengan AyatNya (kalo yang sering baca....) :

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih baik bagi mereka…katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya…” (QS. 24: 30-31).


Nah tu...udah baca kan Hadist dan ayat di atas???

terus masih nekat juga?

apalagi masi sekolah / kuliah yang masih Tangan Di Bawah (minta) sama ortu, hehe..

(bukan berarti yang sudah bekerja trus sah-sah saja ya.....)

Lalu Ada yang komentar gini,

"Suka-suka gua donk, gua yang pacaran koq, elu yang rempong????"

Hehe...bukan masalah rempong ato ga rempong, saya kan sekedar mengingatkan, karena kewajiban sesama muslim adalah saling menasihati dalam kebenaran dan menetapi kesabaran (Q.S Al-Isra')


Tapi,, semua kembali ke diri kita, karena hidup adalah pilihan...

Tapi perlu diingat, setiap pilihan ada resiko yang ditanggung...

Pilihan baik, walau berat, Insya Allah balasannya baik juga..

Pilihan buruk, walau menyenangkan, tp balasannya sangat pedih...

(tapi inget, baik dan buruk itu yang menilai Allah dan Rasull Nya, bukan ego masing-masing ya....)

Ok deh...semoga catatan kecil dengan sedikit editan bisa berguna buat sobat, dan kawan-kawanku semua...

Selalu bermanfaat... selalu semangat...

Always keep Smile, Full Love and Sucsess

*kalau ada yang tersindir, maaf,

*kalau ada yang semangat, alhamdulillah,

*kalau ada yang jadi instrospeksi, trimakasih,

*kalau ada yang merasa bermanfaat, di share keteman-teman terbaiknya..

Dari note teman (Franky Erfansyah) dg sedikit editan

Edited by: NPAW

KEUTAMAAN MANDI SEBELUM SHUBUH

Assalamualaikum… demikian aku mulai menyapanya dan segera berjabat tangan dengan beliau sambil mendekatkan hidungku ke tangan beliau… terasa genggaman tangannya masih terasa penuh tenaga, dan terlihat berisi walau tidak terlalu kekar.

Lama kami bercengkerama, banyak hal yang beliau ceritakan, mulai beratnya hidup dimasa remaja, susahnya makan nasi di zaman penjajahan dulu, baju yang dipakainya dari kain karung goni, sampai ketika beliau bekerja dibawah kepeminpinan orang jepang yang katanya begitu disiplin, dan karena kinerja beliau yang baik dimata orang jepang itu, sampai belian dapat SK kenaikkan pangkat dua kali dalam setahun. begitu beliau berhenti sejenak saya langsung bertanya,

“Pak Haji, sudah tua tapi tampak masih sangat bugar apa rahasianya ? apa ada hal-hal khusus yang selalu bapak lakukan ?”

“Dulu pernah ketika makan diwarung, pas ada pak Camat, dia juga bertanya dengan pertanyaan yang sama, Saya bilang, Waah ada rahasianya , datanglah ke rumah, ntar saya kasih tahu rahasianya”

Saya tidak sabar, danlangsung bertanya, “Jadi apa rahasianya Pak Haji”

“Intinya adalah jangan tinggalin sholat fardhu, dan lakukan sholat sunnah, tiap hari baca quran dan berdzikir serta jaga hati agar mudah memaafkan “. Sahabat saya tiba-tiba menyela, “Bapak itu satu bulan hatam tiga kali minimal”.

Saya bersyukur mendengar jawaban beliau, rasanya ini adalah nasehat yang sangat menyentuh, Namun saya masih penasaran, saya masih menduga ada rutinitas lain yang mempengaruhi kebugarannya. Saya jadi teringat ada seorang ustad yang pernah bilang, “Saya ketemu dengan tiga orang yang usianya sangat tua, diatas 100 tahun, dan masih terlihat bugar, ketiga-tiganya punya kebiasaan mandi sebelum shubuh”. Saya seperti berharap mendapatkan jawaban yang sama dari Pak Haji tentang kebiasaan mandi sebelum shubuh.

“Kalau olah raga yang sering, apa Pak Haji ? Saya kembali bertanya namun beliau hanya mengatakan, “Ah… biasa-biasa aja, paling mondar-mandir rumah ke masjid, rumah kebun dan pasar”.

“Kalau mandi sebelum subuh Pak Haji ?, “Waah… sehari saya mandinya tiga kali, Pertama sebelum shubuh dan mensti mengguyur kepala, Kedua sebelum sholat dhuhur, dan yang ketiga mandi sore biasa”.

Satu lagi nih…. Orang yang gemar mandi sebelum shubuh dan bugar di usia tua. Ini menjadi masukan buat kita untuk lebih menkaji tentang pengaruh mandi sebelum shubuh terhadap kesehatan dan kebugaran kita. Tentang panjang usia, tentunya kita meyakini bahwa masing-masing orang ditakdirkan berbeda panjang usianya, namun kita juga menyakini bahwa kita mesti berupaya untuk menjadi bugar agar bisa melakukan banyak kebaikan dimuka bumi ini.

Ternyata memang ada yang pernah mengkaji pengaruh bangun pagi pada kesehatan. Adalah Dr. Abdul Hamid Dayyat dan Universitas Kairo, Mesir, beliau menjelaskan bahwa banyak sekali manfaat yang didapatkan oleh seseorang dengan bangun pagi. Diantaranya, bahwa gas O3 di udara sangat melimpah di waktu fajar, kemudian berkurang sedikit demi sedikit, dan akan habis ketika matahari terbenam. Gas O3 mempunyai pengaruh yang positif pada urat saraf, mengaktifkan kerja otak dan tulang. Ketika seseorang menghirup udara fajar yang dinamakan udara pagi, dia merasakan kenikmatan dan kesegaran tiada taranya diwaktu manapun, baik siang atau malam”. demikian ditulis dalam tabloid bekam.

Dari Imam Ahmad Asy-Syaraji ;

Dalam menjaga kesehatan, Rasulullah S.A.W

mengamalkan mandi fajar yaitu mandi sekitar pukul 4 pagi .(sebelum subuh )

Kelebihan mandi fajar, di antaranya:

1. Tidak terkena penyakit asma

2. Terhindar dari angkara jahat seperti sihir, baik dari jin atau manusia

3. Tubuh badan menjadi sehat

4. Wajah bercahaya

5. Doanya mudah dimakbulkan Allah

6. Wajah menjadi awet muda

Nah orang yang gemar mandi sebelum shubuh, sudah barang tentu bangunnya lebih awal, tidak cuma udara bersih yang akan menyegarkan tubuhnya tapi juga segarnya air yang tersentuh oleh udara bersih itu akan menambah kebugarannya. Sementara itu beberapa hasil penelitian, menyimpulkan sebaiknya seseorang membiasakan mandi pagi dengan air dingin. Sebab, sedikitnya ada 7 manfaat mandi pagi dengan air dingin:

1. Mandi pagi mampu melancarkan peredaran darah

Menurut hasil penelitian sebuah Lembaga Riset Trombosit di Inggris, jika seseorang sering mandi pagi dengan air dingin, maka peredaran darahnya akan menjadi lebih lancar. Tubuh juga akan terasa lebih segar dan bugar. Hal ini tentu akan sangat berguna bagi kita sebagai bekal untuk menjalani kegiatan sehari-hari.

2. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih

Mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih dalam tubuh. Bila sel darah putih dalam tubuh meningkat, maka daya tahan dan kemampuan tubuh dalam melawan virus pun akan semakin meningkat. Manfaat positifnya tubuh akan menjadi lebih prima dan tidak mudah sakit karena daya tahan tubuh selalu terjaga dengan baik.

3. Mandi dengan air dingin bisa menurunkan resiko darah tinggi

Mandi air dingin juga menurunkan resiko timbulnya darah tinggi, varises dan mengerasnya pembuluh darah. Hal ini disebabkan karena mandi air dingin akan melancarkan seluruh sirkulasi darah ke organ-organ tubuh.

4.Mandi dengan air dingin dapat meningkatkan kesuburan

Mandi pagi dengan air dingin memiliki efek positif bagi kesehatan reproduksi manusia. Manfaatnya yaitu untuk meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita, yang berpengaruh pada meningkatnya kesuburan dan gairah seksual.

5.Mandi pagi memperbaiki kesehatan jaringan tubuh

Kebiasaan mandi pagi dengan air dingin setiap hari berdampak positif juga pada kesehatan jaringan tubuh manusia. Dengan kebiasaan ini, jaringan kulit akan semakin membaik, kulit tidak kering dan menjadi lebih kenyal. Mandi dengan air dingin juga mampu mengurangi noda dan lingkaran hitam pada bagian bawah mata. Sehingga, kesegaran wajah akan semakin terpancar. Sebaliknya bila mandi dengan air hangat, maka kulit lebih mudah keriput dan kurang kenyal. Selain itu, mandi dengan air dingin juga berdampak positif pada jaringan kuku. Kuku pun akan menjadi lebih sehat, kuat dan tidak mudah retak.

6. Mandi pagi dengan air dingin dapat membuat rambut lebih sehat

Ternyata air dingin bisa menutupi kutikula rambut, sehingga mampu mengurangi kerontokan. Rambut pun akan lebih terlindungi dari kotoran-kotoran yang biasanya menempel pada kulit kepala. Dengan demikian rambut akan menjadi lebih sehat dan kuat.

7. Mandi air dingin berkhasiat meredakan depresi

Mandi pagi dengan air dingin biasa juga berpengaruh pada jiwa, yaitu menjadikan jiwa dan pikiran lebih tenang dan memberikan semangat menjalani aktifitas sehari-hari.

Terkadang orang merasa khawatir mandi dengan air dingin di saat udara sedang dingin, ada yang khawatir terserang rematik, atau merasa memang dirinya tidak tahan dengan dinginnya air atau karena memang belum terbiasa. Ada seorang terapis yang memberikan sarannya, bahwa salah satu cara yang baik untuk memulai mandi dengan kondisi diatas, dengan tidak langsung mengguyur kepala atau badan dengan air dingin, melainkan mulailah secara perlahan dengan mengguyur ujung kaki, sedikit demi sedikit naik ke lutut biarkan beberapa menit, terus sampai pinggang dan selanjutnya keseluruh tubuh, dengan cara ini insya Allah tubuh akan lebih sehat bahkan dengan izin Allah secara perlahan dapat menyembuhkan rematik. Demikian nasehat seorang terapis sekaligus pegiat bela diri itu. Betapa menyegarkanya jika kita telah bangun sebelum fajar, sempat berqiyamullail, mandi sebelum shubuh dan kemudian keluar rumah menuju sholat jamaah di masjid. Insya Allah membuka hari dengan seperti ini akan lebih membahagiakan diri.

Sumber lain mengatakan,

Mandi subuh ternyata memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Menurut Dr. dr. Aru W. Sudoyo, MD dokter spesialis penyakit dalam dari FK UI dan RS Medistra, mandi pagi secara medis akan merangsang sistem peredaran darah dan persyarafan menjadi lebih aktif. Hal ini timbul sebagai reaksi terhadap rangsangan suhu dingin secara singkat. Sepanjang seseorang tidak sakit, maka mandi subuh atau sebelum subuh memberikan efek positif karenatubuh dicambuk oleh temperature rendah.

dr. Midi Hariyani, SpKK spesialis kulit dan kelamin dari klinik nusantara kuningan menyebutkan bahwa dengan mandi subuh dapat membangunkan tubuh yang terlelap dimana metabolisme tubuh sedang melambat.Diibaratkan membangunkan mesin yang awalnya pelan kemudian dinaikkan. Suhu tubuh akan dinaikkan mencapai kestabilan. Jantung menjadi terpacu untuk bangun,adrenalin meningkat, pembuluh darah jadi lebih lancar untuk bergerak sehingga aliran darah dalam tubuh menjadi sangat baik termasuk aliran ke kulit. Sehingga kulit tampak lebih fresh.

Untuk mereka yang memiliki penyakit berat sebaiknya mandi dengan suhu air hangat (bukan panas) yang mendekati suhu tubuh sehingga sistem penyesuaian atau adaptasi yang sedang lemah tidak dirangsang secara paksa. Khusus untuk penderita eksim dan rematik sebaiknya tidak melakukan aktivitas mandi sebelum subuh ini kecuali dengan air hangat. Para penderita eksim jika mandi menggunakan air dingin akan menyebabkan gatal gatal ada kulit, sedangkan penderita rematik akan meningkatkan radang sendinya. Perubahan suhu yang terlalu mendadak juga dapat menyebabkan aliran darah terganggu sehingga tekanan darah lebih tinggi dari biasanya yang menyebabkan munculnya hipertensi dan jantung.

Maka, seringlah untuk mandi sebelum shubuh, agar kesehatan kita terjaga dan terus melestarikan sunnah.

Referensi:

http://www.nuansaislam.com

http://kaskus.us

http://www.gudono.com/apps/forums/topics/show/2852844-ayo-mandi-subuh-

Ucapkan ASTAGHFIRULLAH bukan ASTAGA maupun ASTAJIM

Dalam kesempatan ini, kajian utama kita akan membahas sesuatu yang punya korelasi kuat dengan judul sinetron tersebut, yaitu istighfar. Ya … istighfar adalah sebutan dari kalimat yang berbunyi Astaghfirullah.

Kalimat yang tidak asing di telinga kita, kalimat yang telah banyak membasahi bibir kaum Mukmin, kalimat yang lazim diucapkan oleh setiap orang yang setelah shalat lima waktu. Kalimat yang sering dipelesetkan oleh anak-anak remaja zaman sekarang, terutama mereka yang ada di kota, dengan bunyi Astaga, dan juga Astajim. Janganlah mempermainkan hal ini, karena bisa berdosa besar. (Na'udzubillah)

Astaga tidaklah sama dengan Astaghfirullah, apalagi sampai berucap Astajim. keduanya juga tidak sepadan dengan kata istighfar. Antara keduanya tidak ada kaitannya sama sekali, baik dilihat dari sisi fungsi atau arti. Astaga biasanya diucapkan saat terkejut, dan bersifat Latah. bukan karena bermaksud minta ampun kepada Allah.

Fungsinya sebagai ungkapan keterkejutan atau keheranan. Sedangkan Astaghfirullah punya fungsi yang mulia dan suci. Bukan diucapkan saat terkejut atau heran, tapi diucapkan saat kita menyadari akan dosa-dosa yang telah kita lakukan, agar diampuni oleh Allah SWT. Dan juga berfungsi sebagai kalimat dzikir, yang sudah seharusnya menjadi ucapan rutin kita dalam kehidupan sehari-hari.

Arti dari Astaga kalau menurut Kamus Bahasa lndonesia adalah cakapan kependekan daripada Astagh-firullah (Kamus Umum Bahasa lndonesia: 86). Tapi menurut Majalah Ghoib, definisi itu sebenarnya tidak tepat. Karena sebutan yang tepat untuk Astaghfirullah adalah Istighfar, bukan Astaga. Sebagaimana Bismillahirrahmaniraahim disebut Basmalah, atau

Alhamdulillahirabbil ‘alamin disebut Hamdalah dan yang lainnya.

Arti yang sebenarnya dari Astaghfirullah yang berbahasa Arab tersebut adalah “Aku memohon ampunan kepada Allah”. Dan arti tersebut tidak akan terwakili sama sekali dengan rangkaian huruf Astaga, apalagi jika ditambah dengan Astaga Naga.

Astagfirullah adalah bagian dari ungkapan taubat seseorang kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukannya, baik dosa besar maupun dosa kecil.

Allah berfirman,

“Dan hendaklah kamu meminta ampun (beristighfar) kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya ...” (QS. Hud: 3).

Rasulullah SAW telah bersabda,

“Tidaklah seseorang yang telah berbuat dosa, lalu ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu ia shalat dua rakaat dan beristighfar (mohon ampun kepada Allah), kecuali Allah mengampuninya.” (HR. Tirmidzi, lbnu Majah dan Nasa’i dengan sanad yang shahih).

Astaghfrillah juga merupakan ungkapan yang sangat ditakuti lblis dan anak buahnya. Kalau seseorang senantiasa memperbanyak istighfar, maka lblis akan berputus asa. Bagaimana lstighfar bisa menjadi penawar godaan lblis terhadap kita?

Simak dan panteng terus kajian kita kali ini!

Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita kaum muslim, agar tidak meremehkan kalimat istighfar tersebut, dan senantiasa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah..

Sumber

SURAT DARI SEORANG IBU YANG HATINYA TERSAYAT

(Ini surat dari seorang ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini.)

“Ananda…"
Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilanku, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat di depan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat.
Kepenatanku demi kesehatanmu...
Kegelisahanku demi kebaikanmu...
Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan
Permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantanan & Kedewasaanmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu.
Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihatmu wahai anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah.
Punggung sudah membungkuk,
gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku.
Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Ananda…

Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara bu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu.

Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu????
Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu????
Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu????
Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini?

Ananda…

Ibu hanya ingin melihatmu saja. tidak lebih....
Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah memelas dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan???? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat nanti. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya, karena engkau adalah darah dagingku.

Ananda…

Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Ananda…

Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat. Engkau akan mendapat balasan yang sama seperti yang kau lakukan pada ibu, jika engkau tak menyadarinya. Mohonlah ampun pada Rabb-mu wahai anakku.

Ananda…

Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini.

Ketauhilah,

“Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang beruat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri.”

Ananda…

Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusu. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah….. Ingatlah…..

Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat: “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”

Ananda…

Allah berfirman, “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal…” (Yusuf: 111)

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.”

Sumber

Jumat, September 12, 2008

NASIHAT MUSLIMAH

Siapa yang ukhti pilih???
Menikah, satu kata ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi pemuda ataupun pemudi yang sudah mencapai usia remaja. Remaja yang sudah mulai memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, akan memperhatikan pasangan yang diimpikan menjadi pasangan hidupnya. Sejenak waktu, hatinya akan merenda mimpi, membayangkan masa depan yang indah bersamanya.


Saudariku muslimah yang dirahmati Allah, tentu kita semua menginginkan pasangan hidup yang dapat menjadi teman dalam suka dan duka, bersama dengannya membangun rumah tangga yang bahagia, sampai menapaki usia senja, bahkan menjadi pasangan di akhirat kelak. Tentu kita tidak ingin bahtera tumah tangga yang sudah terlanjur kita arungi bersama laki-laki yang menjadi pilihan kita kandas di tengah perjalanan, karena tentu ini akan sangat menyakitkan, menimbulkan luka mendalam yang mungkin sangat sulit disembuhkan, baik luka bagi kita maupun bagi buah hati yang mungkin sudah ada. Lagipula, kita mengetahui bahwa Allah Ta’ala, Robb sekaligus Illah kita satu-satunya sangat membenci perceraian, meskipun hal itu diperbolehkan jika memang keduanya merasa berat. “Mencegah lebih baik daripada mengobati.” Itulah slogan yang biasa dipakai untuk masalah kesehatan. Dan untuk masalah kita ini, yang tentunya jauh lebih urgen dari masalah kesehatan tentu lebih layak bagi kita untuk memakai slogan ini, agar kita tidak menyesal di tengah jalan.

Saudariku muslimah, sekarang banyak kita jumpai fenomena yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan hati. Banyak dari saudari-saudari kita yang terpesona dengan kehidupan dunia, sehingga timbul predikat ‘cewek matre’, yaitu bagi mereka yang menyukai laki-laki karena uangnya. Ada juga diantara saudari kita yang memilih laki-laki hanya karena fisiknya saja. Ada juga diantara mereka yang menyukai laki-laki hanya karena kepintarannya saja, padahal belum tentu kepintarannya itu akan menyelamatkannya, mungkin justru wanita itu yang akan dibodohi.

Sebenarnya tidak mengapa kita menetapkan kriteria - kriteria tersebut untuk calon pasangan kita, namun janganlah hal tersebut dijadikan tujuan utama, karena kriteria-kriteria itu hanya terbatas pada hal yang bersifat duniawi, sesuatu yang tidak kekal dan suatu saat akan menghilang. Lalu bagaimana solusinya ? Saudariku, sebagai seorang muslim, standar yang harus kita jadikan patokan adalah sesuatu yang sesuai dengan ketentuan syariat. Karena hanya dengan itu kebahagian hakiki akan tercapai, bukan hanya kebahagian dunia saja yang akan kita dapatkan, tapi kebahagiaan akhirat yang kekal pun akan kita nikmati jika kita mempunyai pasangan yang bisa diajak bekerjasama dalam ketaatan kepada Allah.
Diantara kriteria-kriteria yang hendaknya kita utamakan antara lain:

1. Memilih calon suami yang mempunyai agama dan akhlak yang baik, dengan hal tersebut ia diharapkan dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, mendidik anak, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehormatan keluarga.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Jika datang melamar kepadamu orang yang engkau ridho agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dengannya, jika kamu tidak menerimanya, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Seorang laki-laki bertanya kepada Hasan bin ‘Ali, “Saya punya seorang putri, siapakah kiranya yang patut jadi suaminya ?” Hasan bin ‘Ali menjawab, “Seorang laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, sebab jika ia senang ia akan menghormatinya, dan jika ia sedang marah, ia tidak suka zalim kepadanya.”

2. Memilih calon suami yang bukan dari golongan orang fasiq, yaitu orang yang rusak agama dan akhlaknya, suka berbuat dosa, dan lain-lain.

“Siapa saja menikahkan wanita yang di bawah kekuasaanya dengan laki-laki fasiq, berarti memutuskan tali keluarga.” (HR. Ibnu Hibban, dalam Adh-Dhu’afa’ & Ibnu Adi)
Ibnu Taimiyah berkata, “Laki-laki itu selalu berbuat dosa, tidak patut dijadikan suami. Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang salaf.” (Majmu’ Fatawa 8/242)

3. Laki-laki yang bergaul dengan orang-orang sholeh.

4. Laki-laki yang rajin bekerja dan berusaha, optimis, serta tidak suka mengobral janji dan berandai-andai.

5. Laki-laki yang menghormati orang tua kita.

6. Laki-laki yang sehat jasmani dan rohani.

7. Mau berusaha untuk menjadi suami yang ideal, diantaranya: Melapangkan nafkah istri dengan tidak bakhil dan tidak berlebih-lebihan; memperlakukan istri dengan baik, mesra, dan lemah lembut; bersendau gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan; memaafkan kekurangan istri dan berterima kasih atas kelebihannya; meringankan pekerjaan istri dalam tugas-tugas rumah tangga; tidak menyiarkan rahasia suami istri; memberi peringatan dan bimbingan yang baik jika istri lalai dari kewajibannya; memerintahkan istri memakai busana muslimah ketika keluar; menemani istri bepergian; tidak membawa istri ke tempat-tempat maksiat; menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepadanya; memuliakan dan menghubungkan silaturahim kepada orang tua dan keluarga istri; memanggil istri dengan panggilan kesukaannya; dan yang terpenting bekerjasama dengan istri dalam taat kepada Allah Ta’ala.
Satu hal yang perlu kita ingat saudariku, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Jangan pernah membayangkan bahwa laki-laki yang sholeh itu tidak punya cacat & kekurangan. Tapi, satu hal yang tidak boleh kita tinggalkan adalah ikhtiar dengan mencari yang terbaik untuk kita, serta bertawakal kepada Allah dengan diiringi do’a.